Meeting with my Grandfather--a Dream

  "Eh, kamu dicari sama Mbahkung," seru tante Hima menepuk pundakku dan menunujuk pada sebuah kamar dengan pintu yang terbuka. Segera kumasuki kamar itu dan mendapati Mbahkung yang duduk diatas ranjang, dengan wajah yang terlihat bersinar dan cerah. Akupun duduk di sebelah beliau, menunggu kata-kata yang keluar dari bibirnya. Namun, beliau hanya diam dan tersenyum melihatku. Setelah beberapa menit--yang saat itu kupikir waktu beliau untuk menemuiku telah cukup--aku beranjak dari kamar itu untuk bermain dengan keluargaku. Kemudian aku teringat akan beberapa hal yang ingin kusampaikan ke Mbahkung, dengan segera berlari kembali ke kamar dimana aku bertemu Mbahkung. Kosong. Aku mencari-cari dan bertanya akan keberadaan beliau, tetapi tidak ada yang mengetahui. Ia hilang. Mbahkung telah pergi...                      Aku terbangun, dan menyadari bahwa itu adalah salam perpisahan terakhir dari beliau. Karena aku tidak ada saat kepergiannya, yang saat itu aku berada diluar kota. Itu adalah kali terakhir untukku untuk bisa melihat dirinya, dan mungkin bagi Mbahkung juga. Wallahu a'lam bissawab. 



Komentar